M. Rifqi Sistianto
2 min readSep 29, 2020

*Bepikir Kritis

apa itu berpikir kritis? berpikir kritis adalah pola pikir seseorang secara cermat dan berpikir panjang untuk melihat bagaimana akhir (hasil) dari pemikirannya. Apa pentingnya berpikir kritis? Pada dasarnya kita perlu berpikir kritis untuk menemukan kesimpulan dan keputusan yang informasi bermanfaat, serta dapat dipertanggungjawabkan, karena kemampuan dalam berpikir kritis akan memberikan arahan yang lebih tepat dalam berpikir, bekerja, dan membantu lebih akurat dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan lainnya. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam pemecahan masalah atau pencarian solusi.

berpikir kritis dibagi menjadi 2 sistem.

  1. sistem 1, sistem 1 ini beroperasi otomatis dan cepat dalam menggapi suatu hal. Artinya seseorang akan berfikir secara refleks tanpa memikirkan jangka pangjangnya, sistem ini sedikit memahami logika dan statistika serta bisa dimatikan.
  2. sistem 2, sistem ini cenderung lambat untuk membangun pemikiran dalam langkah-langkah teratur. dengan menggunakan sistem 2 kita akan lebih tenang, rasional , serta objektif dalam menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan. Dalam berpikir kita juga mengalami kecacatan atau yang disebut Logicall Fallacy baik di sengaja maupun tidak di sengaja. Logical Fallacy ini dapat dibedakan menjadi 6 yaitu:
  3. Ad Homnem yaitu menyerang pemberi argumen bukan argumen itu sendiri, artinya orang yang diberi argumen akan menyerang balik orang yang memberi arumen tapi melenceng pada topiknya.
  4. Appeal to thepeople, Yaitu mempercayai klaimnya karena banyak yang berpendapat sama, kecacatan ini banyak terjadi di masyarakat karena banyak orang yang percaya suatu hal lalu dijadikan patokan untuk berpikir.
  5. Straw Man yaitu, Misinterpretasikan argumen untuk menyerang.
  6. Slippery Slope, yaitu beranggapan bahwa satu hal kecil dapat berujung pada rantai konsekuensi yang besar.
  7. Red Herring yaitu, Mengalihkan topik pembicaraan. kecacatan ini banyak terjadi jika kita tidak fokus pada topik yang dibicarakan.
  8. Tu Quoque Yaitu, mendiskreditkan argumen lawan dengan menegaskan bahwa ia telah gagal bertindak sesuai dengan apa yang ia sampaikan.